Mengenal Tanaman Jahe dan Manfaatnya

Siapa yang tidak mengenal jahe, rasanya sebagian besar orang di Indonesia atau bahkan didunia khususnya bagi koki dan ibu-ibu sudah sangat kenal dengan jahe, karena jahe merupakan salah satu tanaman yang sudah sangat sering kita temui. Adalah Jahe, tanaman yang bisa diolah menjadi berbagai macam olahan ini, memang memiliki khasiat yang baik untuk tubuh manusia, selain dijadikan bahan campuran minuman seperti susu jahe, teh jahe, kopi jahe dan lainnya, jahe juga sering digunakan sebagai bahan campuran bahan masakan yang selain menambah aroma masakan menjadi lebih wangi, juga dapat membuat masakan lebih lezat dan juga lebih berkhasiat. Di Indonesia sendiri sangatlah mudah kita jumpai masakan tradisional yang menggunakan jahe sebagai salah satu campuran bahan masakan, karena khasiat dan kelebihan dari jahe itu sendiri. Artikel ini akan membahas mengenai jahe, mulai dari mengenal lebih jauh tentang jahe hingga mengenal khasiat nya.

Sejarah Jahe

Jahe diprediksikan berasal dari India, namun tidak sedikit juga yang meyakini bahwa jahe berasal dari Tiongkok selatan. Jahe kemudian dibawa melalui perdagangan rempah hingga ke Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, hingga ke Timur Tengah. Jahe sejak zaman dahulu sudah digunakan menjadi salah satu bahan untuk memberikan rasa hangat pada makanan dan minuman, pada makanan biasanya digunakan sebagai penambah rasa pedas. Jahe kemudian menjadi salah satu komoditas yang populer di Eropa.

Jenis-jenis Jahe

Jahe sendiri memiliki nama latin Zingiber Officinale Rosc, merupakan salah satu tanaman dalam suku Zingiberacae, bahasa singabera dan bahasa yunani Zingiberi merupakan cikal bakal dari nama latin Zingiber ini. Artinya sendiri adalah tanduk, karena bentuk umum dari jahe memang mirip seperti tanduk rusa, dan kata Officinale merupakan bahasa latin yang berarti pengobatan, sehingga membuktikan bahwa sejak zaman dahulu kala jahe sudah dipercaya dan digunakan sebagai salah satu bahan pengobatan.

Meski bernama latin Zingiber, jahe kemudian lebih dikenal dengan nama bahasa inggris yaitu ginger, yang sebenarnya juga berasal dari bahasa Prancis dan memiliki kemiripan dengan bahasa-bahasa lainnya. Tidak hanya didunia jahe memiliki beberapa sebutan dan nama,  di Indonesia sendiri juga memiliki beberapa sebutan dan nama di beberapa daerah di Indonesia, misalnya di daerah Sumatra lebih tepatnya di Aceh biasanya disebut halia, beuing, bahing, dan lainnya, sedangkan di pulau jawa dikenal dengan jahe, jae, jhai, dan lainnya. Dan begitu pula dengan daerah lain di Indonesia, misalnya di daerah ternate dan sulawesi tengah biasanya dikenal dengan nama garaka atau goraka, di sulawesi utara biasanya bernama melito, atau moyuman dan beberapa daerah lain di Indonesia memiliki sebutan tersendiri.
Penyebaran jahe tumbuh luas di daerah tropis, karena jahe sendiri memang tanaman yang hanya bisa hidup di daerah tropis sehingga kawasan asia tenggara, afrika, dan brasi merupakan daerah-daerah pemasok jahe terbesar di dunia.

Ada 3 jenis jahe yang biasanya ditemukan di pasaran, yaitu jahe gajah atau juga sebagian menyebutnya dengan nama jahe badak, dengan bentuk gemuk dan dengan rasa yang tidak terlalu pedas. Kemudian jenis kedua yaitu jahe kuning yang memiliki aroma yang tajam, ukurannya sedang dan berwarna kuning. Dan jahe merah yang rasanya lebih pedas dibandingkan dengan rasa jahe lainnya, biasanya jahe merah digunakan sebagai bahan obat-obatan, baik tradisional maupun modern.

tanaman jahe

Ciri-ciri Umum Tanaman Jahe

Jahe memang memiliki kemiripan dengan tanaman lainnya, seperti kunyit dan kencur, jika dilihat sepintas mungkin bagi orang awam akan sekilas terlihat mirip atau bahkan sama. Namun jahe memiliki ciri umum yang bisa dibedakan, yaitu dari batannya biasanya tanaman jahe memiliki tinggi hingga 100cm, akar berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning hingga kemerahan, memiliki aroma menyengat dengan panjang daun hingga 15 mm. Tanaman jahe memiliki bunga berwarna hijau kekuning-kuningan yang memiliki 2 tangkai putik.

Beberapa Jenis Pengolahan Jahe

Mengenal jahe dan manfaatnya tidak lengkap jika kita tidak membahas mengenai macam-macam pengolahan jahe. Seperti yang sudah disinggung di atas bahwa jahe biasanya secar umum di olah menjadi bahan makanan dan minuman, namun ada beberapa cara pengolahan jahe yang sering kita jumpai. Berikut beberapa cara pengolahan jahe

Jahe Bubuk
Pengolahan jahe bubuk adalah yang paling sering kita temui, baik untuk dijadikan bahan masakan maupun dijadikan bahan campuran minuman, jahe yang sudah dikeringkan kemudian digiling sampai berbentu butiran dan bubuk yang halus. Bubuk ini biasanya juga digunakan untuk keperluan pengobatan, seperti obat herbal ataupun jamu.

Pengawetan
Jahe juga biasanya diolah dengan cara awetan jahe, pengolahan ini biasanya diolah dengan cara tradisional, biasaya hasil akhir dari pengawetan jahe ini adalah permen jahe, sirup jahe, jahe instan, asinan jahe, dan lainnya. Biasanya cara pengolahan ini sering ditemukan di daerah asia.

Jahe kering
Jahe kering merupakan tahapan awal sebelum melakukan pengolahan jahe bubuk, sering juga pengolahan jahe tidak sampai pada jahe bubuk, namun cukup pada jahe yang dikeringkan. Biasanya pengolahan ini dilakukan dengan cara jahe dipotong-potong dengan ukuran tertentu dan merupakan salah satu olahan yang populer dan sering ditemui di pasar-pasar tradisional.

Daerah tumbuh

Jahe hanya bisa hidup pada daerah tropis dengan ketinggian hingga 1500 meter di atas permukaan laut. Tanaman jahe juga hanya bisa hidup jika tanahnya tidak tergenang air, sehingga tingkat kelembaban tanah dan curah hujan tidak boleh pada curah hujan yang sangat tinggi.

Manfaat jahe

Setelah mengenal jahe secara umum, bahasan mengenal jahe dan manfaatnya masuk pada inti dari artikel yaitu apa saja manfaat dari jahe untuk kesehatan? Berikut beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari jahe.

Mengurangi rasa mual dan muntah
Tahukah anda bahwasannya jahe sangat efektif untuk membantu menghilangkan rasa mual dan muntah. Mungkin anda masih ingat orang-orang dulu sering membawa permen jahe ketika mengadakan perjalanan jauh. Hal ini untuk menghindari rasa mual atau bahkan muntah sewaktu diperjalanan.

Mencegah masalah pada pencernaan
Jahe memiliki khasiat untuk melindungi sistem pencernaan dari bakteri jahat, yang dapat menimbulkan sakit perut. Sehingga sangat baik untuk dicampurkan dalam bahan makanan.
Kedua manfaat diatas tidak lain adalah untuk kesehatan organ lambung. Komposisi Hermag juga menggunakan jahe sehingga bisa membantu memberikan kesehatan pada lambung anda sekaligus membantu mengatasi masalah yang sering terjadi di lambung seperti asam lambung, Gerd, tukak lambung, maag, kembung, mual & muntah, dan masalah lainnya di lambung.

Untuk menurunkan berat badan
Mengapa jahe bisa digunakan sebagai salah satu bahan makanan untuk menurunkan berat badan? Sebuah studi di Columbia University menemukan hasil bahwa efek panas yang ditimbulkan dari jahe dapat memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga orang yang mengkonsumsi jahe dapat memiliki jumlah makan yang lebih sedikit dibandingkan dengan tidak mengkonsumsi jahe, selain itu jahe juga ditemukan bahwa dapat menekan nafsu makan yang merupakan salah satu faktor yang sangat dibutuhkan bagi orang yang sedang menurunkan berat badan.

Mengatasi Masalah Otot
Peradangan pada otot dapat juga diatasi dengan jahe, beberapa penelitian sudah membuktikan akan hal itu, ekstrak jahe yang diberikan pada otot yang terasa tidak nyaman dapat mengurangi rasa nyeri, ini karena kandungan oleoresin yang dapat bekerja sebaga antiperadangan, kandungan ini lebih banyak terdapat pada jahe merah.

Mencegah Kanker
Gingerol adalah salah satu zat yang terdapat dalam jahe yang dapat bekerja sebagai pencegah pertumbuhan sel kanker di usus besar. Zat ini juga dapat mencegah penyebaran sel tumor.

Sebagai detoksifikasi
Jahe juga dapat digunakan sebagai detoksifikasi, karena dengan mengkonsumsi jahe dapat memicu keluarnya keringat yang dengan saat bersamaan dapat membantu proses detoksifikasi. Sangat tepat dan bermanfaat bagi orang yang sedang demam atau flu.

Demikian artikel tentang mengenal jahe dan manfaatnya, tanaman yang sangat mudah dan murah untuk diperoleh ini memang memilik banyak manfaat, tidak heran jika banyak perusahaan-perusahaan menjadikan jahe sebagai produk minuman, makanan atau obat-obatan herbal. Meskipun banyak manfaatnya, tentu jahe juga memiliki efek samping yang jika dikonsumsi secara berlebihan. Beberapa diantaranya adalah, mules, diare, sakit perut, perut kembung, dan lainnya. Untuk itu disarankan mengkonsumsi jahe tidak berlebihan atau ikuti saran dari sang ahli.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *